Tokoh Serta Teori Yang Mendukung Dan Menentang Ajaran Lombroso

advertisement

Cesare Lombroso (1835-1909)

Lombroso dikenal sebagai bapak dalam penelitian modern kriminologi. Ajaran lombroso  mengagabungkan positivisme Comte, dan evolusi darwin. Inti ajaran dari lombroso tentang kejahatan adalah bahwa penjahat mewakili suatu tipe keanehan / keganjilan fisik yang berbeda dengan nonkriminal.  ajaran dari teori Lombroso dibagi dengan 4 kategori :

  1. Born Criminals. Bahwa para penjahat adalah suatu bentuk yang lebih rendah dalam kehidupan yang lebih mendekati nenek moyang mereka yang mirip kera dalam sifat bawaan dan watak dibanding mereka yang bukan penjahat. Teori ini juga dipengaruhi oleh Atavistisme Stigmata.
  2. Insane Criminals. Mereka menjadi penjahat sebagai hasil dari perubahan dalam otak mereka yang mengganggu kemampuan mereka untuk membedakan antara benar salah.
  3. Criminoloids / Occasional Criminals. Yaitu pelaku kejahatan berdasarkan pengalaman yang terus menerus sehingga mempengaruhi pribadinya.
  4. Criminals of passion. Pelaku kejahatan karena nafsu.

Dari keempat kategori teori tentang Born criminals yang sangat dikenal dengan nama lain teori biologis / fisik.(telinga yang tudak sesuai ukurannya, dahi menonjol, tangan yang panjang, rahang menonjol, hidung bengkok merupakan ciri dari ajaran lombroso)

 

Beberapa diantara Tokoh pendukung dari Teori Lombroso

Enrico Ferri (1856-1929)

Ferri berpendapat bahwa kejahatan dapat dijelaskan melalui studi pengaruh-pengaruh interaktif diantara faktor-faktor fisik ( ras, geografis, serta temperatur ) dan faktor-faktor sosial ( umur, jenis kelamin, variabel-variabel psikologis. Ferri juga berpendapat bahwa kejahatan dapt di kontorl atau diatasi dengan perubahan-perubahan sosial.

Ferri membagi teorinya dalam 5 kualifikasi kelompok penjahat.

  1. The Born Criminals atau Instinctive Criminals.
  2.  The Insane Criminals        diidentifikasi sebagai sakit mental secara klinis
  3. The Passion Criminals          kejahatan dilakukan sebagai akibat problem mental atau keadaan emosional yang panjang serta kronis.
  4. The Occasional Criminals           Penjahat merupakan produk dari kondisi keluarga dan sosial.
  5. The Habitual Criminal        Penjahat akibat dari kebiasaan dan lingkungan sosial.

Jadi teori dari ferri ini merupakan gabungan dari Born Criminals Lombroso yang dipengaruhi juga oleh faktor dari lingkungan.

Rafaela Garofalo (1852-1934)

Garofalo menelusuri akar tngkah laku dari kejahatan bukan kepada bentuk dari bentuk semata melainkan kepada kesamaan psikologis atau yang disebut moral anomalies ( keganjilan-keganjilan moral.)

Dalam teori inidisebutkan kejahatan-kejahatan alamiah ( natural crimes ) ditemukan dalam seluruh masyarakat, tidak peduli pendangan dari pembuat hukum dan tidak ada masyarakat yang beradab mengabaikan. Sehingga mengganggu sentimen-sentimen moral dasar dari Probity/kejujuran ( menghargai hak milik orang lain ) dan piety (sentimen of revulsion against the voluntary infliction of suffrering on other). Seseorang individu yangmemiliki kelemahan organik dalam sentimen-sentimen moral ini tidak memiliki halangan untuk melakukan kejahatan. Dengan kata lain seorang penjahat sungguhpun memiliki anomaly fisik atau moral yang dapat ditransmisikan melalui keturunan.

Ernest A. Hooten (1887-1954)

Pada tahun 1939 Ernest Hooten menkonstruksi kembali perhatian teori kriminalitas  secara biologis dengan publikasi atas suatu studi yang dilakukannya. Studi ini dilakukan dengan cara membandingkan penghuni-penghuni penjara di Amerika dengan suatu kontrol group non kriminal. Hasil penelitian hooten mengatakan bahwa para penjahat berbeda secara inferior dibanding dengan anggota masyarakat lainnya dalam hampir semua ukuran tubuh/ fisik mereka. Kemudian Hooten juga menyarankan adanya pemisahan keturunan kriminal dengan rekomendasi mensterilkan atau membersihkan mereka.

Karl Cristiansen dan Sarnoff A. Mednick

Mereka melakukan penelitian di Denmark sekitar tahun 1881 dan 1910 terhadap pasangan kembar. Dan dari hasil penelitian mendukung hipotesa bahwa beberapa pengaruh genetika atau keturunan meningkatkan risiko kriminalitas.

Beberapa dianatara Tokoh Penentang Teori Lombroso

Lacassagne (1834-1924)

Lacassagne menolak pendapat Lombroso karena menurut pendapatnya yang berdasar asumsi menyatakan kejahatan merupakan suatu jenis penyakit yang disebabkan oleh kuman, namun berkembangnya kuman tetap bergantung dari kondisi manusia. Pandangan ini merujuk pada pesatnya ilmu pengetahuan yang dikaitkan dengan adanya penemuan mikroskop.

Manouvier (1850-1927)

Manuouvier tidak menyetujui generalisasi yang dilakukan oleh Lombroso karena menurutnya kejahatan dan penjahat akan ditentukan bila kebudayaan yang menjadi tolok ukurnya( kebudayaan dulu lebih biadab dari pada kebudayaan sekarang ). Dan kejahatan lebih banyak disebabkan oleh milieu atau lingkingan dimana manusia yang bersangkutan itu hidup. sehingga pengaruh lingkungan inilah yang mempengaruhi sikap jahat seseorang.

Tarde (1834-1904)

Tarde tidak setuju dengan Lombroso karena dia berpendapat bahwa prilaku jahat seseorang timbul dari hukum imitasi dimana seseorang meniru prilaku dari orang lain. Hal ini didasarkan atas milieu atau lingkuangan yang dijadikan landasan teorinya.

Charles Buchman Goring (1870-1919)

Goring melakukan penelitian antara tahun 1901-1913 dengan mengumpulkan data tentang 96 sifat bawaan lebih dari 3000 terpidana dan suatu group kontrol yang berasal dari Universitas oxord dan cambridge, pasien rumah skait dan tentara.

Setelah penelitian goring menolak teori Lombroso tentang tipe antropologis penjahat dengan menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara penjahat dengan non penjahat kecuali dalam hal tinggi dan berat tubuh. Sehingga dia menyimpulkan bahwa para penjahat secara biologis lebih inferior, tetapi tidak ditemukan suatu tipe fisik apapun.

advertisement
Tags:, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *